Jumat, 19 Oktober 2012

PENGARUH EKSTRAK METANOL AKAR BIDURI (Calotropis gigantea L.) TERHADAP KEMATIAN LARVA NYAMUK Aedes aegypti



ABSTRAK

PENGARUH EKSTRAK METANOL  AKAR BIDURI (Calotropis gigantea L.) TERHADAP KEMATIAN LARVA NYAMUK  Aedes aegypti

Fazil Amris, Tjut Mariam Z, Binawati Ginting

(Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh)
Alamat :  Kampus Fakultas Kedokteran Unsyiah, Darussalam-Banda Aceh, Fax. 7551843, Kode Pos 23111
E-mail : Fariz.al89fk@gmail.com, Telp: +6585260020010

(Dosen Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh)
Alamat :  Kampus Fakultas Kedokteran Unsyiah, Darussalam-Banda Aceh, Fax. 7551843, Kode Pos 23111
E-mail : Fariz.al89fk@gmail.com, Telp: +6585260098859

(Dosen Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh)
Alamat :  Kampus Fakultas FMIPA Unsyiah, Darussalam-Banda Aceh, Fax 7551381, Kode Pos 23111
E-mail : bina_laras@yahoo.com This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it , Telp: +6581360738524


Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan penularan infeksi utama yaitu melalui gigitan Aedes  aegypti dan Aedes albopictus. Selama ini pengendalian nyamuk masih dititikberatkan pada penggunaan insektisida sintetik, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan, kematian berbagai macam jenis makhluk hidup dan resistensi dari hama yang diberantas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak metanol akar Biduri (Calotropis gigantea L.) terhadap kematian larva A. aegypti instar IV. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa akar C. gigantea L. mengandung senyawa saponin dan kumarin, sedangkan dalam uji hayati dari ekstrak metanol akar C. gigantea L. pada konsentrasi 500 ppm, 1000 ppm, dan 1500 ppm dan dianalisis dengan uji Anava maka kematian larva A. aegypti instar IV meningkat seiring dengan meningkatnya perlakuan konsentrasi penelitian dan dalam 3 jam seluruh larva perlakuan mengalami kematian. LC (lethal concentration)  50 pada 135 ppm dan LC 90 pada konsentrasi 502 ppm dan diduga kematian terjadi karena efek toksik dari senyawa golongan saponin yaitu kardiak glikosid (kardenolid) melalui penghambatan kerja enzim N+-K+-ATPase pada tingkat intraseluler dan menyebabkan gangguan transmisi rangsang pada sistem saraf sehingga menurunkan koordinasi otot dan berakhir pada gangguan pernafasan larva, sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol akar Biduri (C. gigantea L.) sangat berpengaruh terhadap kematian larva A. aegypti instar IV.


Kata Kunci : DBD, Aedes aegypti, Calotropis gigantea L.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar